Wednesday, September 2, 2009

Donasi? Seperlu apa sih?

Ada hal yang cukup mengganggu pikiran saya, memang ini aneh, kejadian sekitar sebulan yang lalu, saya baru ingat untuk menceritakannya disini. sebulan yang lalu, saya sempat pergi ke toko buku, saat itu siang hari, mendung yang membuat suasana tidak terlalu panas, saat tiba di pintu masuk toko, saya mendapat tawaran oleh sebuah perusahaan sosial yang bergerak di bidang pencegahan pemanasan global. Aneh. kenapa?

Begini, sang juru bicara, atau sales yang menawarkan mengatakan dengan panajang lebar tanpa saya dapat mengetahui apa maksud sebenarnya dari perkataannya bahwa dia sebenarnya menjelaskan pentingnya untuk ikut serta aktif dalam organisasi tersebut. Saya sebenarnya berminat, namun yang membuat saya ilfill adalah bahwa ternyata keaktifan anggota tersebut dinilai dari sebuah donasi. APA...!? dan yang membuat saya sangat ilfill adalah bahwa program sosial tersebut adalah sebuah perusahaan online dan kantornya berada di Ibukota negara. Mengapa? karna donasi tersebut berjumlah puluhan ribu perbulan langsung ditransfer dari rekening, wah, kacau kan kalo mau berhenti? Katanya tinggal telp ke kantornya saja, saya jadi ilfill dan curiga, tiap bulan uang direkening ntah lari kemana dan juga belum tentu dapat diganti kembali, dan juga bentuk realisasi dari pengumpulan donasi tersebut tidak seperti yang saya bayangkan.

Namun, ini merupakan pelajaran berharga, bahwa segala sesuatu yang bersifat demi mengembalikan Bumi pada hijuanya ya tentu dengan sosialisasi segala arah, pada pemerintah lewat LSM, LSM ke pada masyarakat, dan di sekolah-sekolah. Tidak diperlukannya donasi tetap seperti itu, karna setiap orang (apalagi di Indonesia) akan sulit sekali menjaring relawan karna sudah terbebani masalah donasi. Perlukah? saya rasa donasi bisa terjadi jika sudah terlihat bentuk nyata, realisasi cepat, seperti, penanaman pohon kembali oleh beberapa orang dapat mengajak para masyarakat menyumbangkan uangnya untuk membeli bibit, karna asal donasi saja kepercayaan jadi pertanyaan besar.

Akhirnya saya menolak, karna saya adalah aktivis greenpeace yang menyumbangkan pikiran lewat online, jadi saya tidak ingin terikat seperti itu, jadi tetap ajak masyarakat untuk peduli bumi dengan hal-hal yang masih dalam hal kewajaran.

No comments:

Post a Comment